
Dulu, Bapak Burhan adalah sosok ayah yang setiap hari keluar rumah sejak pagi hingga larut malam. Sebagai sopir umum, beliau bekerja tanpa mengenal lelah demi memastikan istri dan ketiga anaknya bisa makan dan tetap bersekolah.
Namun hari ini, di usia 56 tahun, Bapak Burhan hanya bisa terbaring lemah di kamarnya.

Semua bermula dari rasa nyeri di dada yang sering beliau abaikan. Rasa sakit itu semakin hari semakin kuat, hingga suatu waktu beliau tidak sanggup lagi menahannya. Dengan tubuh gemetar dan napas yang terasa berat, kami membawanya ke puskesmas. Karena keterbatasan alat, beliau dirujuk ke rumah sakit
Hasil pemeriksaan menjadi kabar yang sangat mengguncang keluarga: Bapak Burhan didiagnosis menderita penyakit jantung kronis dan gangguan ginjal serius yang telah menyebabkan gagal jantung. Jantungnya tidak lagi mampu memompa darah dengan baik ke seluruh tubuhnya.
Sejak saat itu, kehidupan keluarga berubah total.

Bapak Burhan yang dulu menjadi tulang punggung keluarga, kini bahkan untuk duduk pun membutuhkan bantuan. Rasa sakit masih sering datang, membuatnya hanya bisa memejamkan mata dan menahan perih di tubuhnya.
Beliau sempat menjalani perawatan di RSUD Manokwari. Namun karena keterbatasan penanganan, beliau kembali dirujuk ke Makassar untuk pemeriksaan lanjutan. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa beliau membutuhkan tindakan operasi segera. Tanpa operasi, kondisinya bisa semakin memburuk dan berisiko mengancam nyawanya.

Sejak sakit, tidak ada lagi penghasilan yang masuk.
Istrinya yang hanya seorang ibu rumah tangga kini harus memikirkan biaya makan, sekolah anak-anak, sekaligus biaya pengobatan suami yang tidak sedikit.
Dana yang sempat dikumpulkan dari keluarga besar dan kerabat kini telah habis untuk biaya pengobatan awal. Sementara kebutuhan untuk operasi mencapai sekitar Rp150.000.000, belum termasuk biaya rawat inap, obat-obatan, dan transportasi.
Jumlah yang sangat besar bagi keluarga dengan penghasilan rata-rata hanya 1–2 juta rupiah per bulan.
Di tengah kondisi ini, anak-anaknya hanya bisa melihat ayah mereka terbaring lemah. Ayah yang dulu selalu mengantar mereka sekolah, kini bahkan tidak mampu berdiri.
Di sela rasa sakitnya, Bapak Burhan pernah berpesan bahwa ia ingin melihat anak-anaknya lulus hingga menjadi sarjana. Ia ingin anak-anaknya memiliki masa depan yang lebih baik dari dirinya.
Kini, harapan itu terasa begitu jauh tanpa bantuan dari orang-orang baik.
Kami memohon dengan tulus, kiranya Bapak/Ibu/Saudara berkenan membantu meringankan beban Bapak Burhan. Sekecil apa pun bantuan Anda akan menjadi harapan besar bagi beliau untuk menjalani operasi dan mendapatkan kesempatan hidup yang lebih panjang bersama keluarganya.
Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan yang dibalas dengan keberkahan.